3 Jenis Kuman Yang Bisa Mempengaruhi Suasana Hati

Kuman biasanya menyebabkan penyakit, ternyata bisa juga menyebabkan berubahnya suasana hati.
Kita tahu suasana hati bisa terpengaruh oleh banyak hal. Cuaca, masalah karir, hubungan dengan pasangan, kondisi keuangan, dan sebagainya bisa membuat kita cemas, sedih atau depresi.

Tapi ternyata ada beberapa bakteri yang sudah kita kenali bisa mempengaruhi tubuh kita, ternyata juga bisa mengubah suasana hati kita. Sejumlah ahli yakin bakteri dan parasit itu bisa membuat kita depresi. Atau kalau kita cukup beruntung, bisa membuat kita bahagia bahkan juga membuat kita lebih cerdas.

Sistem daya tahan tubuh kita memicu zat kimia tertentu sebagai pembawa pesan pada tubuh untuk meradang guna melawan infeksi dan membuat kita demam.

Jadi bagaimana proses infeksi juga bisa mempengaruhi suasana hati kita? Salah satu teori yang diajukan para ahli adalah kehadiran bakteri dalam tubuh pun bisa mempengaruhi keseimbangan kimiawi otak kita, inilah yang kemudian memicu perubahan perilaku kita. Beberapa diantaranya adalah:

1. Kuman yang bisa membuat kita gembira

Toxoplasma gondii, adalah parasit yang berada di kotoran kucing. Umumnya ini tidak berbahaya bagi sebagian besar manusia. Tapi pada orang-orang tertentu parasit ini bisa mengubah perilaku beberapa orang yang sangat peka.

Dr. Nicky Boulter, peneliti penyakit-penyakir infeksi di Sydney University of Technology, mengatakan pria dan wanita bereaksi berbeda pada infeksi T. gondii. "Pria yang terinfeksi cenderung jadi lebih rendah IQ-nya, punya masalah konsentrasi jangka pendek dan ingin melanggar peraturan atau melakukan hal berisiko. Tapi pada wanita infeksi ini bisa membuat mereka lebih santai, bersahabat dan kurang berpikir panjang untuk bertindak.

Parasit ini juga dihubungkan dengan beberapa kelainan kejiwaan serius, seperti schizofrenia, bipolar dan kelainan obsesif kompulsif. Tampaknya kuman ini juga meningkatkan kadar dua jenis kimiawi otak, yaitu dopamin and glutamat, yang berhubungan dengan interaksi sosial dan suasana hati.

"Jika T.gondii disebut sebagai penyebab kelainan mental, ini akan jadi penemuan luar biasa untuk memahami akar masalah kejiwaan dan mekanisme bagaimana mengendalikannya," kata Abebaw Fekadu, dosen neurologi suasana hati dan kelainan kejiwaan di Institute of ­Psychiatry, London.

2. Kuman yang bisa membuat lebih cerdas

Para peneliti yang tengah meneliti bakteri yang disebut sebagai Mycobacterium vaccae untuk menghancurkan kanker prostat menemukan bahwa bakteri ini juga bisa membuat pasien lebih gembira. Bakteri ini diketahui bisa memstimulasi arena di otak yang berperan memproduksi serotonin, zat kimiawi yang membentuk perasaan nyaman dan ceria.

"Ini aneh karena infeksi biasanya menyebabkan peradangan dan membuat orang merasa sedih," kata Graham Rook, profesor mikrobiologi medis di Royal Free and University ­College Medical School, London. " Tapi kami pikir M.vaccae juga bisa mengurangi peradangan, dan memicu serotonin untuk memberi efek menyenangkan ini." Para peneliti berharap bakteri ini suatu saat bisa digunakan sebagai antidepresan.

"M.vaccaae biasa terdapat di tanah dan dengan mudah terhirup atau berpindah ke tangan Anda," kata Dorothy Matthews, assosiate professor biologi di Sage Colleges, Troy New York. Matthews juga menemukan M. vaccaae juga memperbaiki kemampuan belajar seseorang. Tikus yang diberi makanan yang mengandung kuman ini, bisa keluar dari jejaring maze dengan lebih cepat.

Lalu bagaimana pada manusia. "Saya cuma bisa menyarankan ajaklah anak lebih sering berwisata ke desa-desa," kata Matthews. "Paparan bakteri ini akan membuat mereka lebih gembira dan bisa jadi membuat mereka lebih cerdas."

Namun Rook menyangsikan pendapat Matthews. Bahkan, kata Rook, para petanipun tak langsung bisa mendapatkan keuntungan meski cukup sering terpapar bakteri ini.

3. Kuman yang bisa membuat sedih

" Saat kita terserang infeksi serius, misalnya saja keracunan makanan. Biasanya ini akan membuat kita ingin beristirahat di tempat tidur, tidur dan tidak melakukan apapun," kata Dr. Naomi Eisenberger, psikolog di University of California, Amerika Serikat.

"Sebagai respon dari peradangan, tubuh akan membuat semua tenaga terfokus untuk melawan infeksi. Yang menarik, perilaku ini sama dengan yang terjadi pada orang-orang yang mengalami depresi," jkata Eisenberger .

Eisenberger, memberikan 39 orang dosis kecil bakteri beracun dari E.coli, dan meminta peserta penelitian untuk mengisi kuesioner. Jawaban yang diberikan menunjukkan perubahan suasana hati: mereka jadi kelihatan tidak tertarik pada janji mendapatkan hadian uang dan berinteraksi dengan orang lain.

Dilihat dari pemindaian kadar peradangan di otak, terbukti ada perubahan pada aktifitas area otak yang mengendalikan kemampuan untuk mengambil risiko. Banyak bakteri lain yang bisa digunakan untuk meneliti hal ini lebih lanjut. Tapi sementara ini, ada cara cepat untuk memperbaiki kondisi psikologis kita dengan menggunakan bakteri yang ada di perut kita.

"Penelitian membuktikan, bakteri di perut bisa berkomunikasi langsung dengan otak," kata Profesor Glen Gibson, mikrobiologis di Reading U­niversity. "Bukti ini memang masih dini, tapi sejumlah penelitian membuktikan dengan memberikan sedikit probiotik atau bakteri yang baik bisa mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan emosi."
sumber:tempointeraktif

Komentar