Awet muda - Penyakit Langka - umur 6 tahun tapi masih dipopokin kayak bayi umur beberapa bulan

Ilustrasi
Sebelumnya kita tahu tentang penyakit premature aging atau progeria - dimana bocah dalam usia 5 tahun sudah seperti kakek-kakek. Nah, ini malah kebalikannya. Penyakit langka yang satu ini justru membuat awet muda. Dalam kata lain, pertambahan usia seseorang menjadi lambat dari biasanya. Contoh: Orang yang terlihat berumur 10 tahun, tapi kenyataannya sudah berumur 40 tahun. Hmm, dunia memang penuh misteri. Ada penyakit yang membuat cepet tua, tapi juga ada penyakit yang membuat awet muda. Sungguh seimbang. He3x. Tapi, penyakit tersebut memang benar2 ada lho. Gabrielle Williams atau Gabby adalah salah satu orang yang terkena penyakit langka ini.
Meski usianya sudah enam tahun, Gabrielle Williams adalah gambaran seorang bayi 'abadi'. Di usia yang normalnya dilalui dengan keceriaan kanak-kanak ia masih tetap memakai popok dan dirawat tiap tiga jam laiknya seorang bayi.

Gadis kecil asal Montana ini sungguh berbeda dari saudara-saudaranya yang lain. Normalnya, anak usia 6 tahun akan memiliki berat badan rata-rata 46 kilogram dan menjadi sekitar 100-120 cm. Namun berat Gabby hanya 10 kilogram dengan tinggi badan 60 cm.

"Catatan medis saat kelahirannya tidak menunjukkan kelainan apapun. Dokter tidak dapat mendeteksi gangguan yang dideritanya," kata ibu Gabby, Mary-Margret Williams, 37 mengenai anak keduanya. Dokter bahkan menyangka tidak akan bertahan lama setelah kelahirannya pada 2004.

Mary-Margret dan suaminya, John Williams memiliki tiga anak lain yaitu Sophia, 7, Anthony, 4, dan Aleena, 3. Dan, anak kelima yang lahir Maret 2010 belum menunjukkan tanda-tanda gangguan perkembangan seperti Gabby.

Kondisi Gabby, diduga sebuah kondisi yang sangat langka. Kasus Gabby akan ditayangkan pada sebuah program khusus, "My 40 Year Old Child".

Selain Gaby, seorang bocah laki-laki asal Australia, Nicky Freeman, terlihat seperti anak usia 10 tahun, padahal usia sebenarnya adalah setengah baya, sekitar 40 tahun.
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRZsF5o9EO_ideN4ud4FC3_JLGWFtyRzBSoyIZJWe-TT9ZJTZ5J&t=1
Nicky Freeman with mother Kayleen

Kehadiran anak-anak ini, menurut catatan medis hanya diderita sekitar 12 orang di seluruh dunia. Mereka yang berusia satu tahun dan menderita kelainan, akan terlihat seperti bayi empat bulan dalam ukuran manusia normal. Hingga kini dunia medis belum menemukan penyebab fenomena 'Benjamin Button' tersebut.

Berdasarkan penelitian, jumlah kromosom mereka normal, tetapi memiliki kekurangan kognitif. Gabby, didiagnosis menderita kebutaan dan tidak akan pernah berbicara.

"Dia menangis ketika sakit dan terkadang tersenyum," ujar Williams seperti dikutip ABC News. "Tidak terlalu banyak komunikasi."

Williams menambahkan, "Gabby memang sangat lambat, namun mengerti saat ibu dan nenek memeluknya. Dia merasa nyaman berada di sekitar orang dan senang mendengar saudara-saudaranya bermain."

Dr Richard Walker dari University of South Florida College of Medicine, mengaku terpesona pada para bayi abadi ini. Ia pun membandingkan kode genetik Gabby dengan seorang gadis 19 tahun, Brooke Greenberg Baltimore, yang memiliki kondisi yang sama.
http://api.ning.com/files/NEya6qVnterk6LBlUWgcd4MSgjfshpIFmAWziY*gRKVz3qXQBRCXvH5lWxwBkXbHrWjoHBFGeRKO6R67nDi5k9QHnEsxaL3C/16yo.jpg

Dari situ diketahui, tubuh penderita mereka tidak berkembang sebagai unit terkoordinasi, tetapi indenpenden dan tak sinkron. Hingga kini belum ada ilmu medis modern yang menjelaskan hal tersebut.

Di usia 16 tahun, Brooke masih punya gigi susu dan tulangnya diperkirakan sama seperti tulang anak usia 10 tahun.

"Ada perubahan sangat minim di otak Brooke. Berbagai bagian tubuhnya tampaknya terputus pada beberapa tahap," kata Walker ABCNews.com dalam sebuah wawancara pada 2009.


Pictured from left to right on Brooke's 12th birthday are sister Caitlin, 15; Brooke; sister Emily, 18; mom Melanie Greenberg; and sister Carly, 9.

Ngeliat jadi kasian. Ini kalau menurutku bukan awet muda yang comfortable, tapi penyiksaan, dan penurunan kualitas, baik intelejent dan syarafnya. Bayangin aja, otaknya berkembang lambat. Nah, dokter malah bilang terjadi kebutaan. Malahan ada jaringan yang putus lagi. Huff, Sungguh malang nasib Anak tersebut. Sejauh ini, yang terkena adalah bayi. Bagaimana jika yang terkena orang yang berumur 20 tahun ke atas??? Hmm, pikir aja ya sendiri, he3x....


sumber: google dengan keywords: bayi abadi -semuada -timbangan -sepatu -iklan -kasus -ceritamu -sejarah -kaus -asi -kaos -arsip -dokterumum -kesimpulan -toko -makna -krisis -pengasuh -arti -membuang -membunuh -mengajar -multiply -kaskus -penawaran -dagang -kembar -siam -facebook -twitter -fkunhas

Berita berikut mungkin terkait masalah penyakit ini. Tapi, saya tidak tahu apakah ini juga berhubungan, hanya saja gelajanya hampir sama, yaitu kelainan pertumbuhan.
1. Dari tempointeraktif.com: Tinggi 56 Cm, Remaja Ini Mirip Bayi
Junrey Balawing bersama keluarga.(tempointeraktif.com)
Remaja asal Filipina, Junrey Balawing, bakal mencetak rekor sebagai orang terpendek di dunia di usia 18 tahun pada Juni mendatang.
Dengan tinggi 56 sentimeter, Junrey tampak seperti bayi berusia satu tahun. Ia bakal memecahkan rekor jika tidak mendadak bertambah tinggi pada Juni mendatang.

Junrey lebih pendek 11 cm dari pemegang rekor orang terpendek di dunia, Khagendra Thapa Magar, 18 tahun. Magar memiliki tinggi 67 cm.

Junrey bakal mengalahkan pria terpendek di dunia yang sudah meninggal, Gul Mohammed. Gul Mohammed berasal dari India dengan tinggi 57 cm. Gul Mohammed yang dikenal sebagai perokok bereat meninggal di usia 40 pada 1997.

"Jika saya dinobatkan menjadi pria terpendek di dunia, itu bakal sangat menyenangkan," ujar Junrey dari Zamboanga del Norte, Filipina.

Namun kondisi tubuhnya tersebut cukup mengganggu aktivitasnya. Balawing tidak bisa berdiri lama dan sangat tergantung dengan ibunya, Concepcion, 35 tahun. "Junrey hnya bisa berjalan dengan bantuan dan ia tidak bisa berdiri terlalu lama karena kesakitan," ujar Concepcion.

Adik-adik Junrey, Jaycel dan Jay-art, tumbuh seperti anak biasa. Kedua adik Junrey sekolah, sementara Junrey sendiri terpaksa tinggal di rumah.

Concepcion mengatakan, "Saya pengin sekali bisa bekerja sementara anak-anak saya sekolah. Tetapi saya tidak bisa meninggalkan Junrey. Ia butuh perawatan saya setiap menit, setiap hari."

Concepcion pertama kali menyadari ada kelainan dalam pertumbuhan Junrey ketika Junrey berusia dua tahun. Tetapi, dokter-dokter tidak bisa membantunya.

"Junrey selalu sakit dan kami menyadari ia tidak tumbuh. Jadi, kami membawanya ke dokter. Namun mereka angkat tangan," tambah Concepcion.

Dokter hanya menganjurkan agar Junrey mengkonsumsi lebih banyak vitamin. Namun, karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu, mereka tidak bisa memenuhi saran dokter.

Junrey tinggal di kampung yang berjarak satu jam dari kota terdekat. Mereka tinggal 920 kilometer dari ibu kota Filipina, Manila. Ayah Junrey, Reynaldo, bekerja sebagai pandai besi dan hanya berada di rumah pada akhir pekan.




Komentar