Bagian Tubuh Terasa Tersetrum? Bisa Jadi Anda Kelebihan Vitamin

Anda pernah seperti tersengat listrik saat ujung jemari bertemu satu sama lain? Jika demikian, coba perhatikan lebih jauh, ada-tidaknya rasa susulan yang datang berikutnya. Bisa jadi itu bukan pertanda yang serius. Namun bukan mustahil ada masalah kesehatan yang perlu diwaspadai di baliknya.

Kasim Rasjidi SpPD-KKV, DTM&H, MCTM, MHA, Sp.JP, FIHA mengatakan gejala rasa seperti kesetrum sebetulnya bukan sesuatu yang aneh. Pada dasarnya tubuh manusia memang merupakan medan listrik. "Jantung bisa berdenyut juga karena adanya hantaran listrik alami," jelasnya.

Lantas, bagaimana jika rasa kesetrum itu muncul ketika seseorang memegang bahan-bahan yang merupakan penghantar listrik? Pegangan pintu dari logam, misalnya. "Saat makin dekat dengan lingkungannya, orang-orang tertentu memang ada yang kemudian menjadi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap sesuatu di sekita rnya, termasuk kasus ini," komentar Kasim.

Fenomena kesetrum tanpa ada kontak dengan aliran listrik umumnya tidak melulu dialami. Karenanya Kasim menyarankan agar orang yang merasakannya untuk tidak terlalu fokus pada kejadian yang sesekali itu."Kalau terus-terusan dipikirkan jadinya akan terasa makin besar, sampai mengganggu."

Lantas, bagaimana jika rasa seperti kesetrum itu berkembang menjadi kesemutan yang menjalar sampai baal? Di ujung jari kaki ke seluruh betis, misalnya. "Ada lebih dari 400 penyebab yang memiliki gejala seperti ini," tutur Kasim yang juga dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Apa saja penyebab yang paling sering? Selain karena hal-hal yang akan dibahas lebih mendalam berikut, baal juga bisa terjadi saat panik melanda atau reaksi alergi.

Rasa tidak nyaman berupa baal dapat ditimbulkan akibat kelebihan vitamin B6, kekurangan kalsium atau magnesium. Dari mana kita bisa melacak sumber masalahnya? "Untuk kelebihan vitamin, coba lihat kembali komposisi suplemen yang Anda minum," saran Kasim.

Belakangan masyarakat kian sering disodorkan aneka merek suplemen. Terkadang, mereka mengonsumsi lebih dari satu tanpa mencermati kandungannya. "Baal bisa terjadi jika ada dua atau lebih suplemen yang kandungannya sama-sama B6," ucap Kasim.

Sementara itu, kekurangan kalsium dan magnesium juga dapat memunculkan baal. Namun, kecukupan kadarnya dalam tubuh hanya bisa dicek melalui pemeriksaan darah di laboratorium. "Dengan mengatur pola makan sehari-hari, memastikan adanya sayuran dan buah di menu makan, Anda bisa menghindari atau mengatasi baal yang berasal dari kekurangan kalsium maupun magnesium," ujar Kasim.

Sejumlah obat memiliki efek samping rasa kesemutan hingga baal. Ada banyak obat yang bisa mencetuskannya. "Seperti obat penenang, kelainan denyut jantung, kolesterol, antibiotik, darah tinggi, asam urat, dan obat lambung," papar Kasim.

Lalu, bagaimana mengatasinya? Kasim menegaskan itulah pentingnya melakukan evaluasi terhadap obat-obatan yang dikonsumsi jangka panjang. "Evaluasi dilakukan dokter berdasarkan pengalaman pasien merespon obat yang diresepkan."

Jika pasien merasakan efek samping yang mengganggu, dokter dapat meresepkan obat pengganti. Biasanya, begitu pemakaiannya dihentikan, rasa tidak nyaman itu akan berangsur sirna. "Masa transisinya bisa sampai beberapa hari," jelas dokter yang juga ahli penyakit infeksi. [source:Republika]

Komentar