High Vitamin-D Bread - Roti bervitamin D tinggi

From ScienceDaily, with most people unable to get enough vitamin D from sunlight or foods, scientists are suggesting that a new vitamin D-fortified food -- bread made with high-vitamin D yeast -- could fill that gap. Their study, confirming that the approach works in laboratory tests, appears in ACS' Journal of Agricultural and Food Chemistry.
With most people unable to get enough vitamin D from sunlight or foods, scientists are suggesting that a new bread fortified with vitamin D could fill that gap. (Credit: iStockphoto/Nikola Bilic-- Science Daily)

Connie Weaver and colleagues cite studies suggesting that up to 7 in 10 people in the United States may not get enough vitamin D, which enables the body to absorb calcium. Far from just contributing to healthy bones, however, vitamin D seems to have body-wide beneficial effects. Vitamin D insufficiency has been linked to an increased risk of heart disease, cancer, allergy in children, and other conditions. With few good natural sources of vitamin D, milk producers long have added it to milk. Weaver explains, however, that dairy products do not provide enough. The body makes its own vitamin D when the skin is exposed to sunlight. But people are not exposed to sun in winter and are avoiding the sun and using sun blocks in summer. Scientists thus have been looking for new ways to add vitamin D to the diet.

Weaver's group did experiments with laboratory rats, a stand-in for humans in such research, that ease doubts over whether bread baked with high vitamin D yeast could be a solution. The doubts originated because yeast produces one form of the vitamin, termed vitamin D2, which has been thought to be not as biologically active as the form produced by sun, vitamin D3. They showed bread made with vitamin D2-rich yeast, fed to the laboratory rats, had effects that seemed just as beneficial as vitamin D3. "Our results suggest that bread made with high vitamin D yeast could be a valuable new source of vitamin D in the diet," they concluded.
Science daily.com


Translation in Indonesia.
Dari Daily Science, karena kebanyakan orang tidak dapat mendapatkan cukup vitamin D dari sinar matahari atau makanan, para pakar menganjurkan mengkonsumsi roti jenis baru kaya vitamin D yang dibuat dengan ragi bervitamin D tinggi.
Roti dengan suplai vitamin D tinggi (Science Daily)
Connie Weaver dan rekannya mempelajari studi tersebut dan menunjukkan bahwa 7 dari 10 orang di Amerika Serikat mungkin tidak mendapatkan vitamin D yang cukup, yang memungkinkan tubuh untuk menyerap kalsium. Far from just contributing to healthy bones, however, vitamin D seems to have body-wide beneficial effects. Bukan hanya berkontribusi pada tulang yang sehat, vitamin D nampaknya juga berperan untuk bagian-bagian di seluruh tubuh kita. Kekurangan vitamin D erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, alergi pada anak-anak, dan kondisi lainnya. Dengan beberapa sumber vitamin D alami yang baik, produsen susu telah lama menambahkannya kedalam susu. Weaver explains, however, that dairy products do not provide enough. Weaver menjelaskan, bagaimanapun juga produk susu tidak cukup mensuplai . Tubuh membuat sendiri vitamin D saat kulit terkena sinar matahari. Tetapi orang-orang tidak terkena sinar matahari pada musim dingin dan menghindari matahari dan menggunakan pelindung matahari di musim panas. Para ilmuwan juga telah mencari cara baru untuk menambahkan vitamin D untuk diet.
Tim Weaver melakukan eksperimen dengan tikus laboratorium, sebagai pengganti manusia dalam penelitian tersebut, dan menyimpulkan sedikit kebenaran tentang apakah roti panggang dengan ragi vitamin D bisa menjadi solusi. Kebenaran tersebut dilandasi oleh ragi menghasilkan satu bentuk vitamin, disebut vitamin D2, yang telah dianggap bukan sebagai biologis aktif sebagai bentuk yang dihasilkan oleh matahari, vitamin D3. Mereka menunjukkan roti yang dibuat dengan ragi D2 kaya vitamin, diumpankan ke tikus laboratorium, memiliki efek yang tampaknya bermanfaat seperti vitamin D3. "Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa roti dibuat dengan ragi vitamin D dapat menjadi sumber baru yang berharga vitamin D dalam diet," kata mereka.

Komentar