Dual Booting windows XP dengan windows 7 dan kaitannya dengan BCDEDIT

Dual booting mungkin merupakan solusi bagi kita yang menyukai OS lebih dari satu. Misalnya, windows XP dengan windows vista atau windows 7.
Setelah menginstall Windows 7 sebagai operasi kedua setelah Windows XP maupun Windows Vista, maka akan ditemukan adanya pilihan apakah membooting komputer dengan windows 7 atau versi sebelumnya. Secara default, komputer secara otomatis akan meloading Windows 7 setelah 30 detik jika kita tidak melakukan “memilih” dari pilihan yang ada. Nah, dalam catatan ini akan ditulis beberapa masalah dalam dual booting, salah satunya mengganti nama. Dalam hal ini, akan digunakan suatu command-line tool yang disebut BCDEDIT. Tool ini adalah bawaan win vista dan win 7. BCDEDIT ini merupakan manager untuk konfigurasi booting. Dibandingkan dengan konfigurasi booting di windows XP yang hanya mengotak-atik boot.ini, BCDEDIT ini lebih rumit karena banyak perintah yang harus ditulis. Saya saja gak begitu mudeng. Untuk menjalankan tool ini, anda membutuhkan command prompt atau bahasa mudahnya “cmd” atau “command”.
Tinggal tekan tombol logo Windows + R , atau buka RUN dari start menu. Kemudian masukkan kata “cmd” atau “command”. Nah, muncul tu command prompt-nya. Setelah muncul, ketikkan kata “bcdedit”, maka akan keluar versi dari windows yang sudah diinstall dan dibooting di komputer Anda. At least,hasilnya mirip berikut ini:
Microsoft Windows [Version 6.1.7000]
Copyright (c) 2006 Microsoft Corporation. All rights reserved.

C:\Windows\system32>bcdedit

Windows Boot Manager
--------------------
identifier {bootmgr}
device partition=\Device\HarddiskVolume1
description Windows Boot Manager
locale en-US
inherit {globalsettings}
default {current}
resumeobject {4e5ddbb6-e5e3-11dd-beac-b1d96077c337}
displayorder {current}
{ntldr}
toolsdisplayorder {memdiag}
timeout 30

Windows Boot Loader
-------------------
identifier {current}
device partition=C:
path \Windows\system32\winload.exe
description Windows 7
locale en-US
inherit {bootloadersettings}
recoverysequence {4e5ddbb8-e5e3-11dd-beac-b1d96077c337}
recoveryenabled Yes
osdevice partition=C:
systemroot \Windows
resumeobject {4e5ddbb6-e5e3-11dd-beac-b1d96077c337}
nx OptIn

Windows Legacy OS Loader
------------------------
identifier {ntldr}
device partition=\Device\HarddiskVolume1
path \ntldr
description Earlier version of Windows

C:\Windows\system32>


Misal,anda menginstall windows XP dan Windows 7, tapi yang muncul cuma Windows 7, berarti saat booting hanya windows 7 yang muncul dan dibooting. Kok mbulet? Mudeng ra? Nah, berikut ini pengalaman saya terkait masalah dual booting untuk windows 7 dan windows XP.

*************************************
“sebelum mengotak-atik bcdedit, maka disarankan untuk mem-backup/mengeksport file bcd ke tempat aman, karena proses repairing akibat eror akan mengembalikan file bdc ke setingan normal. Maka, perlu mengimport file bcd yang lama yang telah kita back-up/eksport”. Caranya: buka command-prompt dengan mengetik “cmd” di RUN windows (ini cara cepat, tapi juga ada cara lain, yaitu mencari filenya di explorer).
Untuk eksport ketikkan: bcdedit /export D:\BCDbackup
Untuk import ketikkan: bcdedit /import D:\BCDbackup
**************************************

1. Mengganti nama “Windows versi sebelumnya” atau “earlier version of windows”
Parameter di dalam bcdedit itu kan ada *identifier. Identifier ini merupakan nama sistem yang dipakai untuk boot-entry atau pilihan booting, yang penulisannya diapit tanda {}. Untuk boot manager itu {bootmgr}, {current} untuk windows 7, {ntldr} untuk windows XP.
Lalu ada juga parameter *description, merupakan suatu keterangan suatu boot-entry. Bisa dibilang sebagai “nama” dari pilihan booting.
Dari kedua parameter ini kita bisa mengubah nama dari pilihan booting sesuai dengan yang kita inginkan.

Secara default windows XP dalam pilihan booting akan berubah menjadi “earlier version of windows”. Nah, menurut saya ini malah membingungkan karena versi windows yang mana sih maksudnya? Kan versi windows banyak, bisa windows Xp SP 1, WinXP sp2, vista, dll. Jadi, perlulah kita mengganti nama dari “earlier windows version” tersebut.

Caranya mudah:
Jalankan CMD dari perintah RUN dari Windows Vista atau windows 7 yang merupakan versi terakhir yang diinstal. Masukkan parameter berikut:

Contoh paramater:
bcdedit /set {ntldr} description “Windows XP Pro Service Pack 3”


Anda juga dapat mengubah dengan deskripsi yang lain sesuai dengan OS yang anda instal. Deskripsi ini akan muncul dalam pilihan OS booting.

2. Membuat booting baru dari installan OS yang sudah ada.
Maksud dari membuat booting baru ini adalah membuat booting OS yang sudah diinstal tapi tidak ada dalam pilihan booting, sehingga kita perlu membuat booting baru untuk instalan OS tersebut. Begini kasusnya: kita menginstal windows XP setelah windows 7. Jadi, arahnya terbalik, seharusnya menginstal windows XP dulu, baru windows 7, sehingga pilihan booting (atau bootloader) untuk windows windows 7 menghilang. Untuk mengembalikan bootloader windows 7 ini diperlukan repairing. Caranya: masukkan DVD setup windows 7 dan klik “repair”, dan terus pilih yang terkait dengan “startup”. Dengan demikian, seharusnya bootloader Windows 7 sudah kembali. Namun, ada masalah baru, yaitu boot seting-nya berubah yang mengakibatkan pilihan booting untuk windows XP hilang. Nah, langkah yang kita tempuh selanjutnya adalah membuat setinggan boot baru untuk windows XP melalui BCDEDIT. Sebelumnya, pernah nih, temen saya menyarankan untuk install ulang aja komputernya, itu gak tertolong lagi. Waduh, nih sama aja kerja lembur. Aku harus nginstal aplikasi mulai dari nol dunk. Besides, banyak setingan yang harus dilakukan lagi. Saya akhirnya cari cara lain, cari informasi dari internet, ternyata ada cara, ya seperti yang saya tuliskan ini.

Langsung saja, kita buka command-prompt melalui RUN (caranya tekan logo windows + R). Ketikkan kata “cmd”, dan ENTER/OK. Ketikkan perintah berikut secara step by step:
bcdedit /create {ntldr}
bcdedit /set {ntldr} device boot
untuk membooting suatu drive/partisi/virtual image.
bcdedit /set {ntldr} path \ntldr
bcdedit /set {ntldr} description “Windows XP”


Nah, sampai tahap ini, boot-entry untuk windows XP telah dibuat. Sekarang tinggal urutan untuk pilihan bootingnya.
Untuk pilihan yang terakhir: bcdedit /displayorder {ntldr} /addlast
Untuk pilihan yang pertama: bcdedit /displayorder {ntldr} /addfirst
Alternatif lain: bcdedit /displayorder {ntldr} {current}

Yang disebutkan dahulu akan berada di urutan pertama.

3. Perintah yang lain pada bcdedit.
bcdedit /default {ntldr}
untuk mengubah setinggan default OS yang akan dibooting jika waktunya sudah timeout.
bcdedit /timeout 25
untuk mengubah waktu timeout menjadi 25 detik
bcdedit /? atau bcdedit /help
Untuk mengetahui perintah-perintah lain dalam bcdedit.
bcdedit /(perintah) /?
Untuk mengetahui paramater untuk perintah tersebut bcdedit.
Contoh: bcdedit /set /?
Jika Anda masih penasaran silakan mengotak-atik sendiri ya. Kan, sudah ada bantuannya melalui /?


Catatan tambahan: Waduh, repot ya merawat komputer. Pertama kali punya komputer yang saya takutkan adalah bagaimana jika rusak, kemudian meledak. He3x... Tapi, gak usah lebai gitu.
Jika komputer kita rusak atau bermasalah, maka lihatlah yang rusak itu apanya, maksudnya “hardware” atau “software” –nya. Jika hardware mending langsung ke tukang servis aja. Jika software yang error, maka banyak langkah yang bisa ditempuh. Jika Anda berniat belajar dan berusaha memperbaiki sendiri selama keerorran itu tidak parah, lebih baik tanyakan ke temen yang ngerti dulu dan minta saran. Mungkin perlu install ulang, atau semacamnya. Mungkin aja ada solusi awal sebelum berakhir di tukang servis, betul gak? Adakalanya lebih baik ke tukang servis karena mereka sudah berpengalaman dalam hal seperti servis komputer.

Oh ya, sampe lupa mo bilang kalau: tulisan di atas mungkin merupakan salah satu solusi, tapi bukan berarti solusi yang terbaik. Mungkin saja tidak bisa diterapkan untuk masalah yang lain. Jadi, penulis tidak bertanggung jawab atas resiko yang terjadi, lho. Walaupun ada error dalam penerapan cara di atas, mungkin salah satu cara yang baik adalah dengan menginstal ulang, dan yang paling baik lagi jika Anda sudah meng-import BCD ke tempat aman sebelum cara di atas diterapkan. Jika ada eror, maka tinggal import lagi. Selamat berkreasi dan terima kasih.

Komentar